Welcome to our blog!enjoy it and happy reading guys!Thank you for your coming! ***** Welcome to our blog!enjoy it and happy reading guys!Thank you for your coming! ***** Welcome to our blog!enjoy it and happy reading guys!Thank you for your coming! ***** Welcome to our blog!enjoy it and happy reading guys!Thank you for your coming!

Rabu, 29 Agustus 2012

Laporan Percobaan Jarak Bintik Buta


I.            OBJECTIVE        
Knowing the blind spot distance of our eyes.

II.           BASIC THEORY

BLIND SPOT DISTANCE
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Bintik buta adalah tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata. Benda yang terkena cahaya akan membiaskan cahayanya melalui kornea dan diteruskan ke aqeus humor, pupil, lensa mata, vitrous humor, kemudian retina. Cahaya yang masuk ke bagian bintik kuning retina akan mengenai sel-sel batang dan kerucut. Sel kerucut sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkan ke saraf optik ke otak besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus oksipitalis ini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda
Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina

Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:
  1. Kornea
    Merupakan bagian terluar dari
    bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
  2. Pupil dan Iris/Selaput Pelangi
    Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai
    diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
  3. Lensa mata
    Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.
  4. Retina/Selaput Jala
    Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut
    bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
  5. Saraf optik
    Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke
    otak.
III.            TOOLS AND MATERIALS
a.    Wide manila paper
b.    Pencil and eraser
c.    Mistar
d.    Serotape
e.    Paper size 5 cm x 2 cm
f.     Busur derajat
g.    Dua orang probandus

IV.          WORK STEP
1.    Buatlah tanda ( X ) dan tanda ( O ) pada kertas dengan panjang 6 cm dan lebar 3 cm. Perhatikanlah gambar di bawah ini !

1.    Peganglah kertas tersebut dengan tangan kanan dan luruskan tangan ke depan
2.    Tutuplah mata kiri dengan tangan kiri dan pusatkan pandangan mata kanan pada tanda ( X )
3.    Tariklah tangan kanan secara perlahan hingga perangkat percobaan mendekati wajah. Perhatikan kedua tanda tersebut
4.    Tariklah lebih dekat lagi hingga bulatan tersebut tidak tampak pada jarak tertentu
5.    Ukurlah jarak antar titik pandangan mata dengan perangkat percobaan
6.    Ulangilah percobaan tersebut dengan menggunakan mata kirimu yang berkonsentrasi memperhatikan tanda ( O )

V.          RESULT

No
Probandus
Frekuensi
Jarak
Jarak hilang
Jarak muncul kembali
1.
Mata kanan tertutup
1
18 cm
12 cm
2
17 cm
14 cm
3
19 cm
12 cm
Rata-rata
18 cm
12,6 cm
2.
Mata kiri tertutup
1
20 cm
15 cm
2
19 cm
17 cm
3
17 cm
13 cm
Rata-rata
18,6 cm
15 cm

VI.        ANALISYS
Terdapat perbedaan jarak hilangnya tanda lingkaran pada waktu pengamatan. Secara keseluruhan, rata-rata hasil menunjukkan perbedaan jaraknya kecil.
Bayangan suatu benda tidak nampak pada jarak tertentu, karena pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina. Bayangan akan nampak jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina. Kejelasan mata dalam melihat benda antara orang yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Apabila rata-rata frekuensi kecil maka kejelasan mata dalam melihat benda masih baik dan apabila rata-rata frekuensi besar maka kejelasan mata dalam melihat benda kurang baik.

VII.         CONCLUSION

Jarak bintik buta pada mata kanan kiri manusia rata-rata adalah sama. Bayangan benda tidak terlihat pada jarak tertentu, karena pembiasan cahaya dari benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina karena cahaya yang jatuh pada bagian ini tidak mengenai sel-sel batang dan kerucut sehingga tidak ada impuls yang diteruskan ke saraf optik yang akhirnya menyebabkan tidak terjadinya kesan melihat. Sebaliknya, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, maka bayangan benda akan terlihat.

VIII.           REFERENCE

Priadi,Arif.2006. Biology 2 For Senior High School year XI. Jakarta : YudhistiraTim Penyusun. 2004. Biologi 2B kelas XI SMA Semester 2. Klaten : Intan Pariwara Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 2B untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo : Tiga Serangkai



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar